Facebook Anda Bisa Diambil Alih Orang Lain

Salah satu kelemahan Facebook adalah account kita bisa diambil alih oleh orang lain, baik oleh seorang hacker ataupun teman Anda sendiri. Oleh karena itu harap hati-hati dengan data-data Anda. Bagaimana bisa terjadi hal tersebut? Tentu saja bisa, karena dalam fasilitas pengaturan Pengaturan Akun, seseorang pemilik akun facebook bisa mengganti alamat emailnya. Maka sekali password kita dicuri oleh pihak ketiga dan alamat email diganti, maka kita sudah tidak bisa lagi merebut kembali akun kita. Pada kebanyakan akun fasilitas website, biasanya seseorang member tidak bisa mengganti email, karena ketika kita lupa password maka password akan dikirim ke email tersebut. Maka berikut ini tips yang bisa kita lakukan untuk mencegah kerugian kita karena menggunakan facebook:

  • Gunakan browser yang selalu ter-update.
  • Jangan memberikan password kepada siapapun.
  • Lengkapi komputermu dengan antivirus dan antispyware yang handal.
  • Selalu Log Out setelah selesai berselancar di facebook, apalagi di komputer bersama dan warnet.
  • Jangan pernah membiarkan komputer menyala dengan koneksi internet tidak diputus saat tidak digunakan.
  • Lakukan penggantian password facebook secara berkala, dengan karakter yang unik.
  • Jangan menggunakan facebook sebagai tempat bertukar dan menyimpan data rahasia dan penting.
  • Hati-hati dalam melakukan klik aplikasi, bisa-bisa merupakan link phising yang akan mencuri data Anda.

Dan terakhir jangan mudah mempercayai siapapun yang belum Anda kenal.

 

Ternyata Orang Indonesia Pernah ke Matahari

Paino pemuda lugu jebolan SMP itu sedang melancong di Bali bersama 2 pemuda kawan akrabnya. Maklum anak dari desa yang jarang ketemu orang asing, makanya ketika lihat bule yang sedang didis (red:berjemur) ia mulai bertingkah. Dengan modal sedikit ingatan pelajaran bahasa Inggris waktu di bangku sekolah, ia menyapa seorang turis asing, “Halo mister, hao a yu?” “Halo jiuga”, sahut bule tersebut sambil tersenyum ramah, “qabar siaya vaik-vaik , qamu?”

“Wow, ternyata sampeyan bisa bahasa Indonesia mister.” seru Paino sambil terheran-heran.

“Iya, xaya siudah aqak lama di Indonesia”, jawab si bule. “Sampeyan orang mana mister?” Paino semakin antusias untuk bertanya.

“Xaya dari USA”, jawab si bule. “Yu es e itu mana mister”, tanya Paino dengan lugunya. “Amerika”, jawab si bule.

“Ooo, sampeyan dari Amerika to!, Katanya, orang Amerika itu pinter-pinter dan canggih-canggih, mister?” lanjut Paino.

“Ah, thidak jiuga, orang Indonesia jiuga vinter-vinter,” jawab si bule merendah.

“Iya memang benar mister, orang Indonesia itu lebih pinter dari orang Amerika!”, seru Paino dengan bangganya.

“Bwenar begicu? bwuktinya ava?” tanya si bule dengan heran.

“Kalo orang Amerika pernah ke bulan, orang Indonesia ada yang pernah ke matahari, mister,” kata Paino sambil menepuk dada.

“Ah, tidak mwungkyin, itu matahari vanas, tentu akan tervakar, meleleh dan jadi gas itu orang, atau malah hilang tanva bekas,” sangkal si bule.

“Itu kalo gak tahu caranya mister.” jawab Paino.

Si bule tambah heran, “Cyaranya vagaimana?”

“Caranya, berangkat sehabis maghrib mister, dan pulang lagi sebelum subuh.”

  

Hati-Hati dengan Hacker, Cracker, atau Peretas Password atau Apapun Istilah Lainnya!

Hacker dan Cracker yang kini maknanya menjadi makna menyempit yang hanya sering ditujukan untuk menunjuk para peretas password atau pembobol sistem keamanan terutama keamanan jaringan memiliki 1001 tujuan dalam aksinya. Oleh karena itu bagi para pemilik dan pengelola website harap berhati-hati dan selalu waspada. Jangan pernah terlena dan merasa website Anda aman-aman saja, padahal Anda tidak tahu kalau server website Anda telah digunakan untuk aktvitas tertentu oleh para pemangku kepentingan kriminal di dunia maya, bisa-bisa Anda yang harus bertanggung jawab atas kejahatan yang sama sekali tidak Anda pikirkan apalagi Anda lakukan.

Seperti 1001 tujuan hacker, 1001 pula pintu dan cara untuk masuk ke sistem pengamanan Anda. Antara lain melalui cookie yang tersimpan di browser, melalui adware yang disusupkan di komputer Anda, melalui phising, melalui celah-celah kemanan server, dan sebagainya, mereka bisa masuk dan mengobok-obok server website Anda. Kebanyakan awam hanya tahu kalau websitenya telah terserang hacker jika websitenya menjadi rusak, data hilang, web tidak bisa dibuka lagi, dan semacamnya. Jarang kita yang memperkirakan bahwa website kita yang tetap terlihat cantik dan tidak ada gangguan ternyata di dalamnya telah digunakan untuk suatu tujuan tertentu oleh pihak lain.

Contoh nyata adalah suatu saat server website kita bisa digunakan untuk memasang halaman phising oleh pihak tertentu yang berhasil menyusup, dan tentu kita tidak tahu itu sampai kita menemukan folder atau directory tertentu yang ada di dalam server, dimana kita sama sekali tidak pernah membuatnya. Ke dalam server website Anda bisa dimasukkan suatu subdomain yang agak dalam dan tersembunyi dan subdomain tersebut digunakan untuk aktivitas kejahatan. Alhasil, orang akan menyangka bawah kitalah yang telah melakukan semua itu, karena memang secara nyata nama domain kita dipakai menjadi alamatnya. Layaknya kita memiliki gudang di belakang rumah, dan gudang itu digunakan menjadi sarang pengedar narkoba atau tempat perakitan bom teroris, tentu tidak salah jika polisi pada akhirnya melibatkan kita dalam kasus ini.

Oleh sebab itu, saya menyarankan kepada para pemilik website untuk secara berkala melakukan hal ini:

  1. Update/ganti password cpanel Anda secara berkala dan lebih sering lebih baik.
  2. Lakukan pemeriksaan terhadap folder-folder di dalam server website kita, jangan sampai ada folder tertentu atau file tertentu yang sama sekali tidak pernah kita membuatnya. Hapus dengan segera jika menemukannya.
  3. Gunakan webhosting/server yang terpercaya dan terjamin keamanannya.
  4. Tutup semua folder/subdomain dari kemungkinan penulisan dari publik, setting aman chmod biasanya 755 untuk folder.
  5. Selalu waspada dan waspada.

Pengalaman Mengerikan Berjumpa Dengan Hantu

Masih terbayang jelas masa-masa kecil kami di sebuah desa yang damai jauh dari keramaian kota, hanya dekat sawah ladang dan rimbunnya pepohonan yang semakin menampakkan keasrian alam.

Siang itu sepulang sekolah kami berdua, saya dan Tanto mengikuti beberapa orang tua yang membawa sesaji untuk diletakkan di sebuah bekas sumur tua, yang lebih dikenal dengan sebutan ‘sumur gedhe’. Meski kini yang ada cuma tinggal tanah kosong yang ditumbuhi semak-semak. Kami tidak tahu persis mengapa tempat itu menjadi dikeramatkan oleh warga kampung sampai saat itu. Kampung kami memang masih kental sekali dengan berbagai hal yang bersifat animisme. Sehingga setiap ada warga yang mempunyai hajat seperti penganten dan sunatan, kami akan dengan mudah menjumpai sejumlah sesaji yang dihidangkan pada sebuah ‘encek’, semacam bambu yang dianyam sedemikian rupa agar bisa untuk menaruh berbagai makanan sesaji, yang diletakkan di tempat-tempat yang dianggap keramat.

Setelah selesai melakukan upacara kecil peletakan sesaji dalam rangka pernikahan Mbak Karni tetangga kami, kami pun ikut pulang. “Nanti malam kamu ikut lagi nggak?” tanya Mbah Paijem kepada kami. “Kemana Mbah?” dengan sedikit penasaran kami menanggapinya sambil meneruskan perjalanan menyusuri jalan setapak di pinggir sungai. “Ya mengantar sesaji lagi,” sahut Lik Minah. Tanto yang agak penakut itu turut berbincang, “Ya ikut to Lik, tapi mengapa kok malam?” “Ya, karena memang syaratnya begitu,” lajut Lik Minah.

Hari terasa semakin panjang, karena kami terus memikirkan acara sesaji yang akan kami ikuti malam harinya, meskipun dengan keragu-raguan, jadi ikut atau tidak. Akhirnya saat-saat yang ditunggu-tunggu datang juga. Saat ini temanku, Heru bergabung dengan kami sehingga kami menjadi bertiga untuk mengikuti acara peletakan sesaji di bawah pohon besar yang tidak jauh dari makam desa. Malam itu terasa lebih sunyi dari malam-malam sebelumnya, yang terdengar hanya nyanyian binatang serangga malam, yang sesekali diselingi suara burung hantu yang tentu menambah bulu kuduk kami mengkirik.

Kami bersama menyusuri jalan setapak hanya dengan diterangi dua buah obor yang terbuat dari bambu yang ujungnya diberi sepet (kulit kelapa) dan diberi minyak tanah. Maklumnya saat itu listrik belum masuk desa, lampu senter pun jarang dimiliki oleh warga. Lik Minah kulihat membawa minuman dalam ceret dan juga plastik yang di dalamnya diisi gelas, sedangkan Mbah Paijem seperti tadi siang yang membawa sesaji yang diletakkan di atas encek. Malam itu kami ditemani Pak Paino yang membawa obor berjalan paling depan.

“Masih jauh Mbah?” tanyaku dengan suara lirih, sekedar untuk mengurangi rasa takutku. “Nggak, tuh sudah dekat.” jawab mbah Paino. Dalam keadaan gelap kami samar-samar melihat pohon besar yang sangat rimbun sudah mulai nampak. ‘Mungkin pohon itu yang dituju,’ gumam saya dalam hati. Dan benar setelah kira-kira tinggal 5 langkah di bawah pohon besar tadi, Lik Minah menyuruh kami menunggu di tempat kami berdiri. Lik Minah dan Mbah Paijem mendekat ke pohon itu sambil berjalan jongkok. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara, apalagi berbicara. Suasana sunyi makin mencekam. Terlihat Mbah Paijem terlihat meletakkan sesaji tepat di antara dua akar besar, disusul Lik Minah seperti menuang minuman ke gelas lalu diletakkan di dekat sesaji itu. Tak lama kemudian mereka berdua mundur, dan Pak Paino ganti mendekat, obor ditangannya disodorkan ke arah saya, tanpa berkata sepatah katapun saya ulurkan tangan untuk menyambutnya, dan obor berpindah ke tangan saya. Saya perhatikan Pak Paino menyalakan api, ternyata ia membakar kemenyan yang memang menjadi salah satu unsur penting dalam sesaji. Agak lama Pak Paino duduk bersila di sana, sepertinya ia sedang mengucapkan mantra-mantra, yang kami tidak bisa mendengar sedikitpun apa yang diucapkannya. Lik Minah berdiri di dekat Tanto, “Lik, tadi menuang apa?” tanya Tanto. “Itu tadi kopi untuk minuman Kyai Danyang,” bisik Lik Minah.

Bau kemenyan yang menusuk hidung semakin membuat kami berdiri merapat, menandakan ketakutan semakin menjalar ke seluruh urat nadi. Sesekali saya pun memejamkan mata, tidak berani menghadapi jika terjadi hal-hal yang menakutkan. Saya merasakan keanehan, suara-suara binatang malam yang sejak perjalanan kami mengisi keheningan, kini sepertinya tak satupun juga yang berani bersuara. Tiba-tiba terasa hembusan angin dingin yang agak keras menerpa kulitku. Spontan seluruh bulu yang menempel di kulit badan terasa berdiri. Belum hilang rasa yang mencekam, tiba-tiba kami dikejutkan oleh sesosok badan yang muncul dari balik pohon itu. Kami hampir lari bersama-sama, tetapi kami ingat pesan Pak Paino sewaktu di perjalanan tadi, kalau melihat sesuatu jangan ada yang lari atau pun berteriak. Remang-remang dibawah sinar obor, wajah sosok itu tidak tampak begitu jelas, dan samar-samar terlihat rambut panjang terurai yang menutupi wajahnya semakin membuat saya memutuskan untuk memejamkan mata. Tetapi sambil dipenuhi rasa penasaran, saya beranikan diri membuka mata, dan terlihat sesosok manusia tadi mengulurkan kedua tangannya, sepertinya mengacungkan jempolnya, disusul suara keras dari mulutnya, begini: “….

….

….

….

….

….

….

….

….

….

….

“NUMERO UNO”

O, ternyata tadi sama Lik  Minah dikasih sesaji Indocafe Capucino. 

Cara Kirim Email pada Script PHP Di Localhost Dengan Server XAMPP

Untuk melakukan testing pengiriman email pada script PHP yang masih ada di server localhost, perlu ada setting khusus. Kita bisa menggunakan fasilitas ArgosoftMail atau juga dengan cara melakukan setting pada file-file tertentu yang mendukungnya. Pada tutorial ini, kami akan uraikan cara melakukan setting pada server localhost dengan menggunakan XAMPP (pada saat ini saya gunakan versi 1.7.7). Dengan cara ini, kita akan bisa melakukan proses pengiriman email melalui script PHP meskipun masih running di localhost. Kita akan memanfaatkan modul yang sudah terinstall dalam paket XAMPP for Windows.  Ditambah software yang namanya stunnel yang bisa kita download secara gratis. Software stunnel bisa kita download di sini: DOWNLOAD STUNNEL Kemudian diinstal di computer kita.  Kami mengandaikan Anda telah melakukan Installasi XAMPP. Pada tutorial ini saya akan menggunakan account SMTP gmail untuk melakukan proses pengiriman email. Anda bisa menggantinya dengan account lain, dengan menyesuaikan nama SMTP-nya.

1.      Buka file php.ini dengan PHP Editor kesayangan Anda atau dengan Notepad jika tidak ada. Lokasi file tersebut ada pada C:\xampp\php\php.ini. Temukan baris-baris baris di bawah ini, jika kesulitan bisa gunakan navigasi Find.

2        Kita akan merubah sebagian baris  di atas menjadi berikut ini

; sendmail_path = “\”C:\xampp\sendmail\sendmail.exe\” -t”

Menjadi  

sendmail_path = “\”C:\xampp\sendmail\sendmail.exe\” -t”

dihilangkan tanda titik koma di depan baris sehingga baris tersebut menjadi aktif.

 dan baris

SMTP = localhost

menjadi

; SMTP = localhost

ditambahkan tanda titik koma di depan baris sehingga baris tersebut menjadi pasif.

dan baris

smtp_port = 25

menjadi

; smpt_port = 25

ditambahkan tanda titik koma di depan baris sehingga baris tersebut menjadi pasif.

Lakukan penyimpanan file setelah perubahan tersebut.

3.      Langkah berikutnya kita akan melakukan pengaturan pada file sendmail.ini, yang posisinya ada pada c:/xampp/sendmail/

Lakukan editing sesuai dengan tampilan di bawah ini, perhatikan baris di bawah blok merah. Lakukan penyimpanan file setelah selesai edit. Perhatikan pada auth_username, auth_password, dan force_sender harus disesuaikan dengan account email kita di gmail.

4.      Berikutnya lakukan editing pada file stunnel.conf yang ada pada folder c:/Program Files/stunnel/stunnel.conf

Lakukan penyesuaian dengan baris-baris yang kami tampilkan berikut ini. Jangan lupa save.

5.      Sekarang restart server XAMPP atau restart computer Anda.

6.      Jalan Stunnel melalui Start Menu > stunnel >Run stunnel Lakukan ini setiap Anda ingin melakukan pengiriman email melalui script PHP di localhost.

7.      Berikutnya kita akan segera melakukan testing dengan menggunakan script dari MMG Malang yang dijalankan di localhost, dan melakukan proses pengiriman email pada Form Contact.

8.      Mengirimkan email dari localhost dengan script PHP dari MMG ke r4dimu@gmail.com (disetting di admin area pada Web Email diisi dengan email sesuai dengan alamat email yang diset pada langkah-langkah di atas.

9.      Setelah kita submit pengirimannya. Mari kita tengok account gmail.com kita apakah ada email yang masuk dari localhost kita.

10.    Terbukti bahwa script PHP MMG Malang running mulus 100 % dalam proses pengiriman email. Perhatikan baris paling atas, email dari script PHP di localhost baru saja masuk. Berikutnya mari kita buka isinya.

Terbukti isinya sama persis dengan yang dikirim melalui kotak Form pada script.

Download Tutorial dalam versi PDF, klik link di bawah ini.

Kirim Email Pada Script PHP di Localhost

Download file-file php.ini, sendmail.ini, stunnel.conf yang sudah dikonfirugari. Klik Di sini.

.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.