Tarif Interkoneksi Indonesia di Bawah Rata-rata Asia Pasifik

Besaran penurunan biaya interkoneksi di layanan telekomunikasi Indonesia dinilai sudah sesuai. Bahkan tarif yang akan dijalankan mulai 1 Januari 2011 ini diklaim masih di bawah rata-rata biaya interkoneksi Asia Pasifik.

Biaya interkoneksi adalah biaya yang harus dibayar oleh suatu operator kepada operator lain yang menjadi tujuan panggilan. Tarif interkoneksi adalah salah satu komponen vital dalam penghitungan biaya sambungan jika kita menelpon lintas operator. Selain interkoneksi, pengguna juga dibebankan biaya lain untuk tarif retail semisal untuk biaya aktivitas bisnis operator dan margin keuntungan.

Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto mengatakan, tarif interkoneksi yang baru ini diharapkan dapat diimplementasikan untuk menjaga kontinuitas investasi pada industri penyelenggaraan telekomunikasi.

Selain itu juga untuk mendorong pada para operator untuk lebih fokus dalam pengembangan layanan data dan broadband sesuai dengan kecenderungan akhir-akhir ini dimana penggunaan layanan data yang lebih tinggi kecenderungannya dibandingkan dengan layanan suara dan SMS.

“Dengan implementasi interkoneksi tahun 2011 ini akan menjadikan biaya interkoneksi Indonesia relatif masih di bawah rata-rata biaya interkoneksi di Asia Pasifik dan jauh di bawah rata-rata interkoneksi di 140 negara di dunia sebagaimana pernah dipublikasikan oleh ITU,” tukas Gatot, dalam keterangannya, Jumat (31/12/2010).

“Seandainya pun Indonesia masih lebih tinggi biaya rata-rata interkoneksinya, karena faktor geografis Indonesia yang jauh lebih luas dan membutuhkan koneksi sambungan yang jauh lebih panjang dan complicated dibandingkan beberapa negara Asia Pasifik lainnya,” imbuhnya.

Adapun data perbandingannya adalah sebagai berikut:

No – Negara – Interkoneksi Rata-rata (Rp)

1. Singapura     60
2. India         21
3. Malaysia     235
4. Thailand      49
5. Filipina     368
6. Pakistan      92
7. Inggris      552
8. Swedia       340
9. Polandia     396
10. Austria     524
11. Indonesia   313,5

Gatot berharap, para penyelenggara telekomunikasi dapat mengutamakan kualitas pelayanan, sehingga masyarakat dapat tetap menikmati kecenderungan penurunan tarif interkoneksi ini namun tetap dengan kualitas yang cukup baik.

“Karena jika tidak, sesuai dengan ketentuannya, regulator berhak menerapkan sanksi yang berlaku atas terjadinya pelanggaran terhadap buruknya kualitas layanan telekomunikasi,” tandasnya. ( ash / rns )

Sumber: http://www.detikinet.com/read/2010/12/31/152051/1536867/328/tarif-interkoneksi-indonesia-di-bawah-rata-rata-asia-pasifik/?i991102105

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: