Salah Kaprah Bahasa Indonesia

Pepatah mengatakan bahwa ‘Bahasa adalah gerbang semua ilmu pengetahuan’, ada benarnya. Bahwasannya semua ilmu pengetahuan diuraikan dan dijelaskan menggunakan bahasa. Penuturan bahasa yang menimbulkan multi tafsir akan membuat kerancuan dalam menanggapi suatu dalil sain. Maka definisi-definisi tentang suatu hal harus dijabarkan dengan bahasa yang bisa menguraikan maksud dari si penutur itu sendiri tanpa menimbulkan kesalahan penangkapan konsep awal.

Penggunaan bahasa yang kurang tepat akan mengakibatkan kekeliruan dalam penerimaan konsep-konsep, singkatnya menimbulkan kesalahpahaman. Sebenarnya bila direnungkan lebih mendalam, tujuan penggunaan bahasa adalah untuk mentransfer konsep antara dua pihak atau lebih. Tetapi kalau tujuan utama ini tidak tercapai dengan sukses, maka perlu dikaji letak kesalahannya ada dimana. Pada pihak subject pihak I, subject pihak II, atau pada perantaranya yakni bahasa yang digunakan.

Memang sebenarnya bahasa juga merupakan suatu bentuk hasil “Kesepakatan”. Yang penting kedua pihak sudah sepakat tentang konsep suatu ‘kata’, yang bila digunakan akan membuat keduanya terhubung pada suatu kesadaran yang sama. Kesepakatan-kesepakatan itu muncul dan terbentuk dalam proses yang beratus-ratus tahun bahkan ribuan tahun. Kesepakatan itu bisa berkembang dan juga bisa menghilang atau berubah. Jika hanya berubah, itu yang masuk dalam ranah “Makna Menyempit atau Makna Meluas”, jika kesepakatan itu sudah hilang, itu sudah menunjukkan kepunahan bahasa, contohnya bahasa Jawa Kuno, dan lain-lain yang sudah punah. Bukan suatu hal yang mustahil jika bahasa-bahasa daerah yang saat ini mulai memudar di perkotaan, lama-lama juga memudar di pedesaan, dan lambat laun akan punah.

Mencermati penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat penyampai konsep antara 2 pihak komunikan, saat ini ada beberapa hal cukup menggelitik untuk diungkap. Saya menyebut dengan istilah “Salah Kaprah”, sesuatu yang salah tetapi sudah menjadi “Kaprah” (semua ikut dalam kesalahan, sehingga kesalahan itu sudah dilegitimasi sebagai yang benar).

Beberapa contoh ke-“Salah Kaprah”-an dalam penggunaan bahasa sehari-hari:

  1. Kata “tape“.
    “Tolong ambilkan tape di ruang belakang”, perintah Pak Ali kepada Budi, “Saya mau mencoba kaset yang baru ini.
    “Ini tape-nya, Pak”, budi mendekati Pak Ali sambil menyodorkan sehelai pita.
    Di atas adalah contoh ke-salahkaprah-an penggunaan kata tape. Budi tidak salah memberikan sehelai pita kepada Pak Budi, karena itu yang diminta Pak Budi menurut penangkapan Ali. Tetapi tentu yang dimaksud oleh Pak Budi adalah bukan pita yang dimintanya tetapi ‘tape recorder’. Ini adalah sebuah contoh kasus penggunaan bahasa yang salah, kata ‘tape recorder’ hanya diambil sepenggal saja ‘tape’ akan menimbulkan pengertian yang sama sekali berbeda.
  2. LCD.
    Kata lain yang saat ini sangat populer adalah kata “LCD”  bahkan yang mengatakan tak tanggung-tanggung, mereka orang-orang yang bergelar doktor, profesor, dan sebagainya, selalu menggunakan kata ini untuk menunjuk benda yang sebenarnya bernama “LCD Projector”. Hampir semua orang yang saya temui akan mengatakan bahwa benda yang digunakan untuk merefleksikan gambar dari sebuah komputer namanya adalah  LCD (baca: el si di). Kalau dilihat artinya LCD (Liquid Crystal Display)  adalah sebuah teknologi yang digunakan untuk menggantikan teknologi lama, yaitu CRT (cathode Ray Tube). Yang digunakan pada TV, monitor komputer, dsb. Maka dengan menyebut LCD maka sudah menunjuk pada konsep yang sangat lain dan berbeda dibandingkan dengan menyebut kata LCD Projector. Jika yang dimaksud adalah LCD Projector maka sebenarnya penekanannya pada kata ‘proyektor’, dan bila orang mau ambil mudahnya, akan lebih mendekat kebenaran dengan mengatakan proyektor dari pada LCD.
  3. Dan banyak lagi yang lain, cuma pas nulis ini, kok lupa semua, besuk kata yang lain saya tambahkan… to be continue 😀

Satu Tanggapan

  1. setuju saya, sampai sekarang masih cari yang benar apa LCD-Proyektor itu, saya lebih banyak menggunakan istilah VIEWER atau IMAGER, SETUJUKAH ANDA?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: