Bisnis: Menjual Tuhan Semakin Menggiurkan

Pada zaman dulu para penceramah agama sangat terbatas oleh ruang dan waktu, mereka sekedar bisa mengajar di surau ke surau, dari pasraman ke pasraman, dari gereja ke gereja, atau dari perkumpulan ke perkumpulan kelas kampung. Pengabdian mereka tentu masih sangat lugu, sederhana, dan tulus. Ketenaran dan nama mungkin juga tidak pernah tersirat dalam benak mereka.

Seiring kemajuan zaman yang semakin meng-global dengan adanya televisi dan alat publikasi lainnya, para penjaja Tuhan pun semakin berbeda cara dan motivasinya. Siapa semakin tenar, maka akan semakin tinggi nilai jualnya. Orang tidak lagi tertarik dengan apa yang diajarkan, tetapi ‘siapa yang bicara’. Tetap berangkat dari kelas kampung mereka semakin bermunculan ke tingkat ring nasional bahkan internasional.

Mulai dari yang secara terang-terangan berprofesi sebagai penjual ‘ayat-ayat kitab suci’ yang diberi berbagai bumbu, sampai pada politisi yang menempeli dirinya dengan etiket-etiket “Tuhan”. Dan ternyata hal-hal seperti itu sangat laku keras di negeri Nusantara ini. Sepertinya memang hukum ekonomi tetap berlaku dalam hal ini. Semakin besar permintaan pasar, maka produksi pun semakin meningkat. Artinya bahwa memang karena dalam masyarakat terjadi paradigma bahwa hal-hal yang berlabel Tuhan akan sangat disukai. Dan juga, gejala ini akan mudah dipahami setelah membaca hasil eksperimen Ivan Pavlov. Sepertinya kalau khayalan saya ini diteruskan, akan semakin masuk dalam ranah ‘fanatisme’.

Fanatisme sepertinya telah membuat sebagian besar orang menjadi agak rabun dengan kebenaran yang hakiki. Kebenaran bisa diputarbalikkan oleh para penjaja “Tuhan”. Yang sebenarnya adalah “kebenaran” akan bisa terlihat sebagai “kotoran” yang harus dihindari karena tidak ditempeli label “Tuhan”. Nah… kesempatan ini ditangkap oleh orang-orang yang bermata jeli dan berjiwa bisnis. Akhirnya akan semakin banyak orang yang meraup keuntungan besar dengan melakukan bisnis : “Menjual Tuhan”.

Mungkin Anda juga tertarik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: