Layanan Jasa Pengiriman PT. Pos Indonesia Mengecewakan

Hari ini saya begitu geli mendapat layanan PT. Pos Indonesia yang sudah lebih dari 15 tahun menjadi teman kerja saya dalam masalah pengiriman barang ke seluruh pelosok tanah air. Bahkan saya selama bertahun-tahun pernah berlangganan Kotak Pos (PO BOX) sewaktu era digital belum semudah sekarang ini.

Tetapi hari ini rupanya teman kerja saya yang satu ini bagaikan punya selingkuhan hingga begitu ketus dan menggelitik hati.

Hari Jumat siang sebenarnya saya agak tergesa, tetapi mumpung melewati jalan di dekat Kantor Pos Besar Malang, saya sempatkan untuk seperti biasanya mampir sambil melepas rindu dengan Kantor Pos, kebetulan ada 2 paket yang harus saya kirim dengan menggunakan Kilat Khusus. Barang bawaan saya agak banyak lebih berjubal di dalam tas hari ini, tentu saja ini membuat 2 barang yang harus saya kirim ikut terjepit. Dalam keadaan agak tergesa, saya tarik saja, dan wreeek, bagian belakang pembungkus sobek hingga terlihat sedikit bagian dalamnya. Kan malu kalau nggak ditutupi, mau diganti pembungkusnya, gak bawa sereb, juga harus tulis alamat lagi, lama kan… sepontan saya ambil selembar kertas yg ada di meja depan saya, saya olesi dengan lem basah yang juga tak jauh dari situ. Dengan rasa tidak bersalah, saya tempel saja kertas tersebut untuk menutupi pembungkus paket yang terkoyak, yah… biar lebih sopan gitu.

Sesampai di loket 003 sekitar pukul 12 pada Jumat, 2 Desember 2011 di Kantor Pos Besar Malang, seorang gadis, eh… gadis apa bukan ya… gak tahulah pokoknya wanita muda karyawan di situ yang menerima dan akan mengurus kiriman saya bertanya,”Kenapa Mas kok ditempeli ini?”, “Maaf mbak, tadi sobek”, jawabku sambil agak malu-malu gitu. “Ini gak boleh mas, kan kertas ini juga dipakai.” sambungnya sambil njegadul dan memasang raut muka yang tidak ramah. “O, gitu ya mbak”. ‘Kalau gak boleh kok saya tidak disuruh mengganti atau memperbaikinya’, pikir saya. Setelah selesai diproses, saya kaget dalam hati, tapi saya tidak menampakkan bahwa saya kaget, pasalnya harganya kok begitu tinggi, tapi dasar saya memang sok punya duit, saya bayar saja.

‘Kok begitu mahal, gak seperti biasanya’, gumam saya dalam hati sambil mengamati salinan bukti terima kiriman yg menjadi lembar untuk pengirim. Untuk paket pertama harga normal seperti biasanya, setelah saya baca paket kedua, mungkin yang sobek dan jadi masalah tadi, wow… harganya 4 kali lipat lebih dari biasanya, pada hal dua paket tadi sama persis berat dan isinya. Ha.ha… rupanya saya dikerjain… yok yah… Begitu ya sekarang PT. Pos Indonesia kelakuannya, mungkin sudah gak sayang lagi sama saya, atau mungkin juga sudah memang terbiasa begitu dengan para pelanggan lainnya. Sayang, papan nama karyawan yang biasa dipasang  di depan loket, saat itu tidak dipasang.

Ternyata kiriman saya dimasukkan dalam kategori EXPRESS DOKUMEN NASIONAL  dengan berat 90 gram, dengan Barcode pengiriman 120679212xx.  Mungkin paket tersebut dipikirnya berisi SUPERSEMAR yang hilang … xi.xi..xi…

Tapi bagi saya pribadi gak masalah, mungkin saya hanya mengalami kerugian beberapa puluh ribu saja, tetapi dengan begitu PT. Pos Indonesia kekasihku, telah merubah dirinya menjadi berwajah garang dan berlaku tidak toleran.

Andainya ada selingkuhan lain yang lebih yahut dari pada PT. POS Indonesia, tentu aku akan lebih memilih dia….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: