Pengumuman Hasil Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru 2012

Pola penyertefikasian guru selalu berkembang dan mengalami perubahan. Pada mulanya cukup dengan mengumpulkan bukti-bukti prestasi guru melalui model portofolio untuk penyaringan awal. Yang lolos portofolio bisa langsung menerima Sertifikat Pendidik, sedangkan yang tidak lolos harus mengikuti PLPG selama 10 hari. Setelah berjalan beberapa waktu dan dikaji adanya banyak kelemahan dengan sistem porto folio ini, kemudian dikembangkan dengan menggunakan Uji Kompetensi Awal yang telah dimulai pada awal tahun 2012 ini. Pelaksanaan Uji Kompetensi Awal dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia pada pada tanggal 25 Februari 2012. Sedangkan hasilnya diumumkan pada tanggal 18 Maret 2012.

Para peserta tentu penasaran dan ingin segera melihat hasilnya. Namun sampai pada tanggal 20 Maret 2012, web resmi yang digunakan untuk mengumumkan hasil tersebut, belum bisa diakses karena masih dalam perawatan, yakni dalam proses rekapitulasi data, seperti yang ditampilkan dalam tulisan di halaman awal web tersebut.

Berikut daftar 10 besar hasil terbaik Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru 2012 kategori Guru SMA, seperti yang diuraikan oleh poskotanews.com

  1. Gatot Priadi SMAN 1 Karas, Kab. Magetan, Jatim dengan nilai 90,0
  2. Nur Hidayati SMAN 11 SIAK Kab. Siak, Riau dengan nilai 90,0,
  3. Irawati Satia Kusumah SMA Terpadu Krida Nusantara KOTA Bandung, Jabar nilai 88,6,
  4. Nunung Mintarsih SMAN 1 Maospati, Kab. Magetan, Jatim dengan nilai 88,3,
  5. Petrus Yulianto Susanto SMA Santo Bellarmius, Kota Bekasi, Jabar dengan nilai 88,0,
  6. Momi Rosrita Listiani SMA N 1 Majalengka, Kab. Majalengka, Jabar dengan nilai 86,7,
  7. Masfufatul Hasanah SMA N 10 Melati Samarinda, Kota Samarinda, Kaltim dengan nilai 86,7,
  8. Sylviana Chrisyan SMA Kristen 5 BPK Penabur, Jakarta, DKI Jakarta dengan nilai 86,0,
  9. Anna Kurnia Agustiningsih SMA N 1 Pakusari, Kab Jember, Jatim dengan nilai 86,0 dan
  10. Rahma Fitri SMA Uswatun Hasanah Kota Padang Panjang, Sumbar dengan nilai 86,0.

Tiga besar untuk kategori Guru TK:

  1. Desi Dwijayanti guru TK Islam Nurul Iman Bogor (90),
  2. Ida Ismawati guru TK Al Azhar Syifa Budi DKI Jakarta (87) dan
  3. Nur Hasanah TK Permata DKI Jakarta (87).

Untuk Jenjang Sekolah Dasar adalah:

  1. Nurfatah guru SDN Talang Kelapa, Sumsel (80),
  2. Dina Hanif Mufidah dari SD Muhammadiyah GKB Gresik (77,5) dan
  3. Sutrisno guru SDN Jatisari Jateng (77).

Untuk Ranking tingkat SMP adalah:

  1. Melany Wiwanti Parulian Mukuan guru SMP Advent Amurang Sulut (87,5),
  2. Mulya guru SMPN 2 Cimahi Jabar (82,5) dan
  3. Chusnul Arfiane guru SMPN 1 Ngoro Jabar (82,5)

Untuk ranking terbaik tingkat SMK adalah:

  1. Zuhri Muslim guru SMKN 2 Slawi Jateng (97),
  2. Evy Endah Purwandani guru SMK Yayasan Pendidikan Farmasi Jabar (90) dan
  3. Rita Hartati guru SMKN 13 Jabar (89).

Sedangkan kategori Guru SABK (SLB) adalah:

  1. Mulyani guru SLB BC YGP Blimbangan (95),
  2. Sepdi Juandi guru SLB Al Ghifari (94) dan
  3. Ade Mulyana guru SLB BC YGP Blimbangan (94).

Apakah nama Anda termasuk dalam daftar yang lolos, coba lihat di http://sergur.kemdiknas.go.id/ mungkin sudah bisa diakes.

 

2 Tanggapan

  1. Yang namanya Uji Kompentensi, sipeserta harus diuji secara ( tes/ ujian seperti yg dilakukan anak2 sekolah ) tapi klo pake model portofolio untuk penyaringan tidak pada tempatnya bisa dibilang orang lain yg mengerjakan.

    • Model portofolio pada mulanya digunakan ‘jika dilakukan dengan kejujuran’ maka guru-guru yang memang telah memiliki kompetensi seperti dalam kriteria penilaian yang ada 10 bidang penilaian, maka dianggap layak menyandang guru profesional dengan dilegalisasi sertifikat.
      Sebenarnya semua sistem ada kelemahannya. Maka seharusnya pihak penilai/asessor itu yang lebih jeli dalam menilai, harus bisa melihat mana berkas portofolio yang asli dan mana yang palsu.
      Dengan sistem baru ‘UKA’ ini pun menurut saya salah satu kelemahannya bisa terjebak pada kepintaran secara teori belaka, sedangkan keterampilan mengajar dan keterampilan berkiprah sebagai guru tidak 100% ditentukan oleh kepandaian teori.
      Tetapi dengan pengumpulan portofolio (jika asli), justeru bisa dideteksi tingkat dedikasi dan pengalamannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: