Kesalahan Penggunaan Kata Kepanjangan, Singkatan, dan Kependekan

Sering saya menemui penggunaan kata kepanjangan, kependekan, dan singkatan, yang menurut saya kurang pas atau bahkan salah sama sekali ketika digunakan dalam sebuah kalimat. Hal ini menunjukkan penguasaan bahasa yang masih lemah dari pemakai kata tersebut. Mungkin sejak kecil memang kata itu sudah digunakan di Sekolah Dasar tetapi guru tidak pernah menjelaskan secara lebih rinci sehingga mengakibatkan orang menjadi verbalisme bahkan sampai dewasa.

Contoh penggunaan kata singkatan yang salah:

TNI singkatannya adalah ……………

TNI sudah merupakan singkatan atau akronim dan tidak bisa disingkat lagi. Seharusnya kalimat di atas yang benar adalah:

TNI singkatan dari ……………….

Contoh penggunaan kata kependekan yang salah:

Hardiknas kependekannya adalah ……………………….

Yang benar adalah Hardiknas kependekan dari …..

Kasus kesalahan penggunaan kata kependekan sama dengan penggunaan kata singkatan di atas. Kependekan merupakan kata bentukan dari kata dasar pendek yang mendapat awalan ke- dan akhiran -an, yang artinya sama dengan akronim. Akronim menurut Wikipedia artinya adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.

Penggunaan kata ‘kepanjangan’ juga sering kami temui masih salah. Kata kepanjangan digunakan untuk menunjuk kalimat akronim atau uraian dari akronim. Misalnya TNI kepanjangannya adalah Tentara Nasional Indonesia atau Kepanjangan dari TNI adalah Tentara Nasional Indonesia.

Contoh penggunaan kata kepanjangan yang salah:

Mengamplas merupakan kepanjangan dari merangkum, menuliskan poster, membaca poster secara berulang-ulang, dan membiasakan.

Kalimat tersebut saya temukan pada tulisan Laporan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang berjudul Penerapan Teknik Mengamplas Poster Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Wawasan Nusantara Di Kelas XI Semester I SMALB Tunagrahita Putra Jaya Kota Malang, pada bagian Definisi Operasional. Yang dimaksud di dalam kalimat tersebut mengamplas merupakan sebuah akronim. Sehingga akan lebih tepat jika kalimat itu diubah menjadi:

Mengamplas merupakan kependekan dari merangkum, menuliskan poster, membaca poster secara berulang-ulang, dan membiasakan.

atau

Mengamplas  kepanjangannya adalah merangkum, menuliskan poster, membaca poster secara berulang-ulang, dan membiasakan.

Memperhatikan beberapa contoh kasus di atas, maka sebagian besar adalah belum memahami penggunaan kata singkatan, kependekan, kepanjangan ketika dirangkai dengan kata -nya dan dari.
Maka perlu dipahami betul pengertian atau konsep : singkatan dari, singkatannya, kependekan dari, kependekannya, kepanjangan dari, kepanjangannya. Apalagi jika yang menggunakan kata tersebut adalah seorang guru dan dalam tulisan ilmiah, yang bukan hanya dari isi yang harus baik, tetapi dari tata bahasa juga harus dituntut memenuhi kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: