Kelemahan Script PHP Dengan Framework

Perkembangan ilmu dalam dunia pemrograman website terus melaju ke depan dengan cepat. Jika tidak mau mengikuti dan cukup bangga dengan kemampuan yang dimiliki sekarang maka lama-lama akan terkena seleksi alam dengan sendirinya.

Salah satu hal yang saat ini perlu dicermati dan diikuti adalah pemrograman script php dengan memanfaatkan framework. Framework apapun itu, jika tidak dapat mengikuti semua, kita perlu memilih salah satunya untuk diketahui dan dikuasai. Misalnya Yii, CI, Zend, Laravel, Symfony, CakePHP,  Kohana,  atapun yang lainnya.

Memang bagi sebagian programer yang sudah familiar dengan pemrograman php secara konvensional dan/atau memang sejak awal dalam studi maupun otodidak belum lahir framework tersebut, akan mengalami berbagai kesulitan. Namun jika ada kemauan maka tidak ada halangan apapun yang bisa menghambat untuk mengikuti perkembangan.

Bekerja dengan framework memang lebih memudahkan pekerjaan pembuatan program, asal kita sudah menguasainya. Terutama jika projek yang kita kerjakan merupakan projek bersama.

Salah satu kelemahan script menggunakan framework adalah script yang kita bikin menjadi mudah ditelusuri dan dimodifikasi oleh orang lain. Terlebih jika projek kita merupakan projek pribadi untuk hak cipta yang bisa menghasilkan uang.

Oleh sebab itu, meskipun mampu membuat script dengan framework, beberapa programer tetap bertahan dengan script yang konvensional agar scriptnya tidak mudah dibajak oleh orang lain. Dengan cara membuat alur script yang hanya dikuasai oleh dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: