Pada Siapa Rakyat Harus Mengadu

Beberapa tahun yang lalu, teman yang bekerja di negeri jiran, Malaysia bercerita, jika di sana ada proyek pembangunan penggalian jalan, hal itu dilakukan pada malam hari atau di luar waktu-waktu sibuk pengguna jalan, dan pagi harinya sudah ditutup rapi kembali, bisa untuk lalu-lintas dengan aman lagi. Soal benar tidaknya saya sendiri belum pernah membuktikan sendiri. Tapi jika memang terjadi demikian, itu sungguh mengagumkan dan patut dicontoh.

Saya menjumpai proyek yang bersifat profit oriented, penggalian jalan untuk menanam pipa air dari PDAM di kota saya, sungguh berbeda jauh dengan cerita di atas. Penggalian dilakukan sepanjang jalanan sampai berhari-hari masih terbuka, baru beberapa waktu kemudian ditanam pipa, setelah itu masih menunggu beberapa minggu, bahkan beberapa bulan baru ditutup dengan aspal kembali, dan lagi kwalitas aspalnya sangat memprihatinkan, karena sangat buruk, ketika tergerus air hujan segera hanyut dan jalan menjadi penyok kembali.

Masyarakat kita memang sangat baik dan toleran, tidak pernah terdengar ada yang menuntut dengan keadaan seperti itu. Lantas siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab dengan sistem seperti itu. Sebab keadaan jalanan sangat membahayakan para pengguna jalan ketika terkena proyek semacam itu. Tidak bisakah dikerjakan dengan cara setiap ruas tertentu selesai, langsung ditutup finishing sempurna kembali, baru membuka ruas berikutnya.

Penggalian jalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan

Penggalian ini dilakukan sepanjang proyek, lalu menunggu berhari-hari baru diisi pipa

Penggalian jalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan

Sudah berhari-hari tidak juga segera diaspal lagi

Penggalian jalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan

Sesudah diisi pipa, berminggu-minggu masih tetap dibiarkan terbuka

Penggalian jalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan

Lubang-lubang seperti ini sudah 6 bulan lebih, keadaannya masih tetap sama

Mohon perhatian dari pihak-pihak terkait seperti dinas bina marga dan perusahaan sendiri, sebelum memakan korban pengguna jalan. Dan di domain ini juga bisa menjadi peluang bagi para Caleg untuk menarik perhatian masyarakat dan menghimpun calon suara.

Kesalahan Penggunaan Kata Kepanjangan, Singkatan, dan Kependekan

Sering saya menemui penggunaan kata kepanjangan, kependekan, dan singkatan, yang menurut saya kurang pas atau bahkan salah sama sekali ketika digunakan dalam sebuah kalimat. Hal ini menunjukkan penguasaan bahasa yang masih lemah dari pemakai kata tersebut. Mungkin sejak kecil memang kata itu sudah digunakan di Sekolah Dasar tetapi guru tidak pernah menjelaskan secara lebih rinci sehingga mengakibatkan orang menjadi verbalisme bahkan sampai dewasa.

Contoh penggunaan kata singkatan yang salah:

TNI singkatannya adalah ……………

TNI sudah merupakan singkatan atau akronim dan tidak bisa disingkat lagi. Seharusnya kalimat di atas yang benar adalah:

TNI singkatan dari ……………….

Contoh penggunaan kata kependekan yang salah:

Hardiknas kependekannya adalah ……………………….

Yang benar adalah Hardiknas kependekan dari …..

Kasus kesalahan penggunaan kata kependekan sama dengan penggunaan kata singkatan di atas. Kependekan merupakan kata bentukan dari kata dasar pendek yang mendapat awalan ke- dan akhiran -an, yang artinya sama dengan akronim. Akronim menurut Wikipedia artinya adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.

Penggunaan kata ‘kepanjangan’ juga sering kami temui masih salah. Kata kepanjangan digunakan untuk menunjuk kalimat akronim atau uraian dari akronim. Misalnya TNI kepanjangannya adalah Tentara Nasional Indonesia atau Kepanjangan dari TNI adalah Tentara Nasional Indonesia.

Contoh penggunaan kata kepanjangan yang salah:

Mengamplas merupakan kepanjangan dari merangkum, menuliskan poster, membaca poster secara berulang-ulang, dan membiasakan.

Kalimat tersebut saya temukan pada tulisan Laporan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang berjudul Penerapan Teknik Mengamplas Poster Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Wawasan Nusantara Di Kelas XI Semester I SMALB Tunagrahita Putra Jaya Kota Malang, pada bagian Definisi Operasional. Yang dimaksud di dalam kalimat tersebut mengamplas merupakan sebuah akronim. Sehingga akan lebih tepat jika kalimat itu diubah menjadi:

Mengamplas merupakan kependekan dari merangkum, menuliskan poster, membaca poster secara berulang-ulang, dan membiasakan.

atau

Mengamplas  kepanjangannya adalah merangkum, menuliskan poster, membaca poster secara berulang-ulang, dan membiasakan.

Memperhatikan beberapa contoh kasus di atas, maka sebagian besar adalah belum memahami penggunaan kata singkatan, kependekan, kepanjangan ketika dirangkai dengan kata -nya dan dari.
Maka perlu dipahami betul pengertian atau konsep : singkatan dari, singkatannya, kependekan dari, kependekannya, kepanjangan dari, kepanjangannya. Apalagi jika yang menggunakan kata tersebut adalah seorang guru dan dalam tulisan ilmiah, yang bukan hanya dari isi yang harus baik, tetapi dari tata bahasa juga harus dituntut memenuhi kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Jadwal UKG (Uji Kompetensi Guru) Online Kota Malang

Sekitar 4.478 guru profesional bersertifikat di Kota Malang akan melakukan Uji Kompetensi Guru secara online. Pelaksanaan UKG Online tersebut akan dimulai tanggal 30 Juli 2012.

Bagi Anda yang ingin mengetahui jadwal dan tempat pelaksanaan UKG bisa download

DI SINI

Dan bila Anda penasaran, seperti apa nanti kira-kira model pelaksanaan UKG tersebut, Anda bisa melihat video pengenalan UKG Online tersebut

DI SINI

Semoga bermanfaat.

Jadwal UKG Online Kabupaten Malang

Saat ini para guru yang sudah disertifikasi mulai tahun 2006 sampai dengan tahun 2011 akan dihadapkan pada tahap Uji Kompetensi Guru. Suatu bentuk test untuk menilai efektifitas dari Program Sertifikasi Guru. Uji Kompetensi Guru atau UKG akan dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia mulai tanggal 30 Juli 2012 sampai dengan kira-kira bulan September 2012. Uji Kompetensi Guru atau UKG kali ini akan dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi secara online, maka lebih dikenal dengan UKG Online.

Oleh sebab itu, mau tidak mau para guru harus mulai mempersiapkan diri untuk lebih akrab dengan komputer. Supaya pada pelaksanaannya nanti tidak canggung dan kaku, yang mungkin akan berpengaruh secara psikologis terhadap hasil UKG. Bukan saja karena kurang menguasai materi, tetapi terlebih karena masih bingung untuk mengoperasikan komputer.

Kebetulan melalui bantuan Google, saya menemukan video tutorial untuk mencoba mengenal tentang UKG yang akan dilaksanakan tersebut. Untuk video tersebut dan juga jadwal pelaksanaan UKG Online di Kabupaten Malang,

Anda bisa melihatnya di sini.

Sedangkan untuk web resmi dari UKG Onlie di http://ukg.kemdikbud.go.id sampai tulisan ini diturunkan, masih belum tuntas untuk entry datanya.

Klik link/tulisan di atas.

Pengumuman Hasil PLPG Sertifikasi Guru Rayon 144 Universitas Muhammadiyah Malang UMM 2012

Berkenaan dengan telah selesainya PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2012,  Panitia Sertifikasi Guru Rayon 144 Universitas Muhammadiyah Malang mengeluarkan pengumuman hasil kelulusan peserta PLPG 2012. Untuk wilayah kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang

Anda bisa lihat di SINI.