Penjelasan Guru Matematika Perkalian Kelas 2 SD

Menyimak kasus Erfas yang mengunggah hasil PR adiknya di Facebook dan membuat heboh, saya sangat prihatin. Ini bukan lagi kasus anak kelas 2 SD dengan gurunya, tetapi menjadi kasus mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro dengan seorang guru kelas 2 SD, yang mempermasalahkan mengenai 6 x 4. Dan lebih luas lagi sang guru tersebut harus menghadapi bully dari banyak orang. Tugas guru di era digital dan era internet semakin berat, karena bukan saja menghadapi kesulitan siswanya, tetapi menghadapi kesulitan orang banyak. Karena semakin banyak orang yang sulit memahami suatu masalah, dan menempatkan pada posisi yang sesuai dengan porsinya.

Mungkin singkat saja yang saya tulis di sini. Bahwa guru tersebut sudah mengajarkan sesuai pedoman yang dimilikinya. Coba saja simak buku bse dari Pusat Perbukuan, “Senang Matematika”  untuk SD/MI kelas2 tulisan amin mustoha, dkk, halaman 123-129.

Memang yang diajarkan di sini adalah penanaman konsep Perkalian Sebagai Penjumlahan Berulang.

Konsep yang diajarkan adalah bahwa 6 x 4 dibaca 6 kali, 4. Dengan kata lain 4-nya 6 kali. Dalam bahasa inggrisnya 6 times 4
Sehingga 6 x 4 berbeda konsepnya dengan 4 x 6. Memang secara hasil 4×6=6×4.
Tetapi dalam aplikasi kehidupan sehari-hari 4 x 6 sangat berbeda dengan 6 x 4.

Contohnya:
Ali mengambil buah jeruk sebanyak 6 kali, setiap mengambil membawa 4 buah jeruk => 6 kali, 4 => 6 x 4.
Konsep “enam kali” sangat berbeda dengan konsep “empat kali”.

Dengan demikian kata “KALI” mempunyai makna tersendiri, bukan sekedar  simbol operasi/bahasa matematika. Tetapi nantinya dikaitkan dengan aplikasi pada mata pelajaran lain sesuai dengan tema yang diajarkan di SD, terutama pada kurikulum 2013 menggunakan model pembelajaran tematik.

Dasar dari pembelajaran ini adalah bahwa siswa lebih dahulu mengerti tentang penjumlahan. Kemudian dengan jembatan pengetahuan sebelumnya, digunakan untuk menginjak ke pembelajaran selanjutnya tentang perkalian.

Anak lebih dahulu telah mengerti bahwa 4 + 4 + 4+ 4 + 4 + 4 hasilnya adalah 24.
Dari konsep itu anak dibawa pada pemahaman tentang perkalian,
bahwa 4 + 4 + 4+ 4 + 4 + 4 dibaca bilangan 4 ada 6 kali dengan kata lain 4-nya 6 kali.
Diubah ke bahasa matematika menjadi 6 kali 4 ditulis dengan simbol  matematika menjadi 6 x 4.

Jadi: 6 kali, 4 (6×4) berbeda dengan 4 kali, 6 (4 x6).

Konsep ini juga nanti akan dibawa pada pembelajaran Pembagian Sebagai Pengurangan Berulang.
24:4= 24 – 4 – 4 – 4 – 4 – 4 – 4 =0

Ini contoh hasil scan dari buku tersebut Perkalian Kelas 2 SD

Buku Matematika Kelas 2 SD.Buku Matematika Kelas 2 SD_0001

Buku Matematika Kelas 2 SD_0002 Buku Matematika Kelas 2 SD_0003